• 0877-0506-6000
  • 0813-1451-9500
  • D289528A

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI

Puluhan Perusahaan Asuransi Terancam Gulung Tikar

  • 2015 views
  • 0 comments
Badan Pengawas Modal Pasar dan Lembaga Keuangan ( Bapepam - LK ) mencatat puluhan perusahaan asuransi terancam gulung tikar dan diperkirakan ditahun depan akan lebih banyak lagi yang terancam tutup, masalahnya adalah mereka belum memenuhi standart yang telah ditentukan yaitu ketentuan batas minimal modal Rp. 70 Miliar.

Badan Pengawas Modal Pasar dan Lembaga Keuangan ( Bapepam - LK ) mencatat puluhan perusahaan asuransi terancam gulung tikar dan diperkirakan ditahun depan akan lebih banyak lagi yang terancam tutup, masalahnya adalah mereka belum memenuhi standart yang telah ditentukan yaitu ketentuan batas minimal modal Rp. 70 Miliar.

Persoalan utama dari industri asuransi adalah banyaknya perusahaan asuransi yang masih memiliki modal ekuitas ( modal dasar ) dibawah Rp. 70 Miliar sebagai batas patokan minimum batas ekuitas. Rata - rata nilai ekuitas perusahaan asuransi pada saat ini adalah Rp. 40 Miliar - Rp. 70 Miliar, aturan batasan ini ditegakkan untuk melindungi keamanan nasabah asuransi untuk menghindari perusahaan asuransi dalam ketidak mampuan membayar klaim yang telah ditetapkan pada setiap polis asuransi tersebut.

Tahun depan akan diperkirakan banyak lagi perusahaan asuransi yang akan gulung tikar sebab pemerintah menekankan akan menaikan minimal modal ekuitas Rp. 100 Miliar pada tahun 2014 dan pemerintah akan memberikan kesmpatan kepada perusahaan asuransi tersebut untuk menambahkan modalnya atau mencari investor lain

Dan pemerintah meningkatkan juga nilai Risk Based Capital ( RBC ) atau nilai Solvabilitasnya menjadi 120% sesuai dengan keputusan Mentri Keuangan " Penerapan metode Risk Based Capital memang tidak terlepas dari segi ekonomi. Secara hukum, metode Risk Based Capital ini dapat kita temui dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi (“Kepmenkeu 424/2003”). Dalam Pasal 2 Kepmenkeu 424/2003 diatur mengenai batasan tingkat solvabilitas:
 
(1) Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi setiap saat wajib memenuhi tingkat solvabilitas paling sedikit 120 % (seratus dua puluh perseratus) dari risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban.

(2) Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi yang tidak memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), namun memilki tingkat solvabilitas paling sedikit 100% (seratus perseratus), diberikan kesempatan melakukan penyesuaian dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi ketentiuan tingkat solvabilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Bisnis Asuransi, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
Contact Us
  • 0877-0506-6000
  • 0813-1451-9500
  • D289528A
    Facebook
    Visitor
    • Jadilah yang pertama tahu penawaran menarik & promosi serta berita terbaru dari Bisnis Asuransi
    • Masukkan Angka berikut

    Disclamer **

    "Hasil Pendapatan Komisi Seorang Agen Asuransi Bervariasi Tergantung Dari Usaha Dan Kemauan Anda Untuk Mendapatkan Nasabah. Ini Bukan Skema Cara Cepat Menjadi Kaya, Ini Adalah Suata Cara Bekerja Untuk Mendapatkan Income Yang Tak Terbatas. Siapa Yang Lebih Rajin Pasti Akan Mendapatkan Income Yang Lebih Besar."

    ================================================